Review, Selingan

Seli yang Seksi

Sudah seminggu ini saya punya teman kalau jalan-jalan. Dia asik, karena itu enak untuk diajak ke mana saja. Dia juga seksi, kalau jalan dengan dia banyak orang yang melirik (ke dia tentunya, apa sih yang bisa dilihat dari saya? *invisible mode: on). Dia juga tidak menolak saya dekap erat, malah saya tunggangi, saya genjot-genjot sampai puas, dan akhirnya kelelahan. Dia tetap setia. Siapakah dia?

Salah satu genre dalam dunia sepeda adalah SELI, alias sepeda lipat. Bentuknya seperti sepeda (ya iyalah), tapi proporsinya berbeda dari yang biasa kita lihat. Yang saya pakai, Polygon Urbano, memiliki roda 20”. Saya pilih ini agar ringkas ketika dilipat, dan bisa dibawa ke dalam kabin kereta kalau mau jalan-jalan. Sampai di kota tujuan, seli dibuka, dan digowes. Simpel to? Jarang jangkau saya jadi bertambah.

Begini nih penampakannya:

DSC_8498DSC_8499

Review sedikit, gaya melipatnya persis seperti seli merek Dahon (Made in USA, yang menguasai 60% pasar seli di seluruh dunia) salah satu alasannya karena memang ada “suntikan” teknologi dari Dahon untuk produk Polygon yang satu ini, berlisensi, di mana rangka dilipat dua di bagian tengah. Merek lain ada yang melipat dengan cara seperti ini juga, tapi biasanya produsen seli terkemuka, macam Bike Friday, Brompton, Birdy, atau Strida, memiliki cara melipat sendiri-sendiri yang unik.

Kembali ke Urbano, sepintas kita menyangka sepeda ini tidak bisa ngebut (nyatanya memang bukan didesain untuk ngebut), tapi kayuhannya bisa diandalkan. Pengendara dengan dengkul rata-rata pasti bisa menggowesnya tanpa kendala. Saat turunan, saya benar-benar menikmatinya. Meluncur dengan mulus!

Kekurangan utama ada pada rear derailleur (pengganti gigi belakang) yang sering ngaco. Gambarannya begini, di shifter angka menunjukkan gigi dalam posisi 2, nyatanya ada di posisi 3, alias sering meleset. Belum lagi bunyi “krek-krek-krek” akibat rear derailleur yang tidak pas, yang berakibat penggantian gigi seenaknya. Kelemahan ini sudah saya ketahui di forum penggemar sepeda, tapi saya tidak menyangka kalau separah ini. Satu lagi, sadelnya tidak nyaman! sadelnya memang empuk, di beberapa bagian. Di bagian selangkangan, jangan tanya, bisa bikin kesemutan! Untung saya sudah bawa sadel dari sepeda lama saya di Jogja. Setelah diganti, masalah itu tidak ada lagi

DSC_8501

Secara keseluruhan saya puas dengan kinerjanya, karena memang yang saya harapkan (cukup) seperti ini. Jelas, sepeda ini tidak akan saya pakai terabas jalur jelek, atau dipakai downhill. Cukup untuk dalam kota beraspal sadja.

Posisi Terlipat

Posisi Terlipat

Pengguna SELI di Indonesia sudah banyak, tapi barang ini masih dianggap baru oleh awam. Jadi, saban hari menggowes, lirikan orang-orang sirik selalu mengikuti…

Tunggangan ini akhirnya saya beri nama. Namanya Priyatno Basuki. Tunggangan priyayi je…

Advertisements
Standard

15 thoughts on “Seli yang Seksi

  1. Wisnu says:

    Be wiser and smarter as you go older. Happy birthday !
    Sepedanya dijaga supaya tetap aman, kalau ngampus sampai dibawa masuk ruang kuliah? Tetaplah sehat dengan transport sepeda tanpa polusi …

  2. @Du: Pengen? Kan udah jajal kemarin, masih tetap pengen? 😀

    @freezipe & Ranty: Trims 😀

    @andi: Trims Mas! Senang bersepeda juga?

    @nanangsunokie: Wah, mereknya apa tuh? Sudah dibawa ke mana saja?

    @ruangperempuan: Salam kenal juga 😀 Pasti rumpiers juga…

    Sepeda ini telah dua kali bolak-balik Bandung-Jogja. Tidak percaya? Ada buktinya, tiket kereta! Lho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s