Indonesiana

Selamat Datang di Kampus (yang jas almamaternya berwarna) Biru!

Inilah MIT-nya Endonesa, mBandung Institute of Technology. Kampus luar biasa ini terletak di Kota Bandung, yang mengingatkan kita pada gadis-gadisnya (pukul rata saja, saya tidak mensurvei kegadisan mereka) yang modis-modis dan menyenangkan untuk dilihat. Kota ini juga terkenal akan roti pisang “Kartika”, dan tempat asal Ar**l, vokalis sebuah band ternama yang digilai gadis-gadis (sekali lagi, saya pukul rata semuanya) negeri jiran.
Kampus ini tidak seluas UGM. Perpustakaan pusatnya saja juga cuma satu, tidak seperti UGM yang punya beberapa, ada UPT 1, UPT 2, bahkan perpustakaan pascasarjananya juga ada. Melihat kondisi perpustakaannya, saya kerap merasa kasihan, terutama pada para mahasiswanya yang setiap hari nongkrong di sana, berjibun mengantri meminjam buku, seolah-olah buku cuma ada di situ. Bandingkan dengan UPT 2 UGM, suasanya yang sepi, dengan deretan rak-rak buku yang nyaris tak tersentuh oleh tangan-tangan manusia, lebih menjanjikan suasana membaca yang kondusif, bahkan menyenangkan untuk tidur. Saya tidak bisa membayangkan tertidur di perpustakaan pusat ITB. Masuk saja sulit, harus berebut untuk masuk. Kalau ketiduran di situ pasti malu 😀 Belum lagi adanya semacam tur atau orientasi bagi mahasiswa baru untuk mengenal perpustakaannya. Ada tur yang berjadwal, sebelum mendaftar anggota perpustakaan. Bayangkan!
Kita teruskan keliling kampus. Gedung paling tua ada di depan, konon dipakai oleh Bung Karno menyimak pelajaran dari dosen-dosen tamu kala itu (yang bukan inlander dihitung sebagai tamu). Bentuk atapnya khas sekali, kita tidak akan keliru mengira itu ada di tempat lain. Melongok dalamnya, kita akan melihat bahwa ternyata konstruksinya terbuat dari kayu. Itulah mantapnya insinyur Belanda. Bentuk atap yang khas tersebut akhirnya diterapkan juga untuk gedung-gedung kuliah lain yang lebih baru. Gedung yang dibangun belakangan lebih terlihat segar (modern, atau postmodern? Bingung mendefinisikannya) seperti gedung Teknik Kimia dan SBM.
Satu yang kusuka, kampus ini cukup rindang. Takut kepanasan? Banyak teduhan di sini. Desain kampus memungkinkan orang-orang di dalamnya berjalan kaki ke manapun dengan nyaman, tanpa harus repot-repot berkendaraan. Masih nyambung dengan konsep kampus untuk pejalan kaki, semua fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa bisa ditemukan di sini, mulai dari kantin, fotokopian, pusat komputer, lapangan basket, lapangan voli, aula, lab, bengkel, tak lupa tempat parkir. Hotspot berserak di seluruh tempat, beruntunglah yang memiliki komputer jinjing. Suasananya didukung pula dengan aktifnya para mahasiswa berkumpul, berdiskusi, dan lain-lain. Jadi kangen masa kuliah dulu…
Penampilan para mahasiswanya? Stereotip mahasiswa teknik. Banyak yang gondrong (bila rambutnya keriting, biasanya ditambah bando), rata-rata berkacamata, bercelana jins, dan pasti pintar semua. Aku juga mengamati bahwa banyak juga mahasiswa yang jalan sambil bicara sendiri, entah menghapal rumus, mencoba bernyanyi, sedang mengkhayalkan sesuatu, atau mungkin terlampau stres dengan tugas akhirnya.
Sampai saat ini, citra kompleks kampus ini positif di mataku. Selain lengkap, bisa diakses mudah, dan penuh hiasan (tugu, monumen, dan patung sumbangan dari berbagai perusahaan ataupun alumninya), suasananya benar-benar mendukung untuk fokus. Memang, segalanya tampak lebih rumit di sini (bayangkan Ospek setahun, tur perpustakaan, daftar ulang yang ribet), tapi aku berpikir bahwa itu menandakan orang-orang di sini senang berproses, asik dengan kerumitan yang menyenangkan (bagi mereka). Entahlah, jadi semacam seni mungkin?
Tapi, ada satu yang kurindukan, yang tidak ada di situ. Suasana. Lima tahun, dan aku terlalu terbiasa dengan suasana Jogja yang santai, kreatif, sedikit ndeso, tempat di mana kehangatan bisa dengan mudah kujumpai. Atmosfer Bandung memang berbeda dengan Jogja, dan aku tidak ingin mencampuradukkan keduanya. Bandung, adalah kota yang menyenangkan untuk ditinggali, tapi aku tetap saja masih merindukan Jogja…

*Setelah kubaca ulang, ternyata judul dan akhir tulisan tidak nyambung. Hehehe… Biarlah. Cuek saja.

Advertisements
Standard

13 thoughts on “Selamat Datang di Kampus (yang jas almamaternya berwarna) Biru!

  1. waw,, lagi jalan-jalan y? eh,mw ralat dikit bro,

    Ospek setahun, >> sudah tidak ada sejak 5 tahun lalu. sekarang cuma sekitar 1-3 bulan. lebih cepat lebih bae 😛
    tur perpustakaan, >> cuma sebulan di awal. itu juga buat mahasiswa baru yang masih lugu-lugunya 🙂
    daftar ulang yang ribet >> m,,, ga juga deh kynya. asal ngerti prosedurnya aja sie
    jas almamater >> warnanya hijau tua. jarang ada orang yang bilang itu warna biru. tapi emang aneh sie warnanya 😀

    btw, ada kunjungan apaan nie?

  2. tiyokpras says:

    Bukan kunjungan nih, tapi kuliah lagi lebih tepatnya 😀
    Saya mengagumi betapa ‘njelimetnya’ berbagai hal diurus dengan serius seperti di sini, plus beberapa hal yang tidak saya temui di kampus saya dahulu. Postingan ini sekedar menggambarkan kesan dari orang pertama, bukan menghakimi atau menjelek-jelekkan.
    Tentang jas almamater yang berwarna hijau (berarti saya salah lihat ya?), saya seperti nenek saya, sering mengaburkan kedua warna itu. Hehe… Jadi judulnya tetap relevan.
    Trims kunjungannya ^_^

  3. JengOnter (dah terlanjur logout, hehehe...) says:

    Laporan hasil observasi maba S2 ITB ala Tiyok… :mrgreen:
    Bikin pengin ke sana lagi… thn 2000 cuma sempat sampe di Aula Barat (atau Aula Timur, ya? 😀 ).
    Hmm… kenapa aku dulu gak masuk Astronomi aja ya? (euleuh… euleuh… padahal belum tentu juga lolos UMPeTaN-nya ke situ… 😛 )
    Btw, gimana kuliahnya? Sudah bisa mulai dinikmati atau malah tambah bikin mbruwet? 😈

  4. JengOnter (dah terlanjur logout, hehehe...) says:

    Nambah ya, kelupaan sih… 😀
    Soal warna jas almamater ITB itu, kok kayak reng Madure aja: biru dibilang ijo, ijo dibilang biru… Jadi mana nih yang bener? Kayaknya kalo ke Jogja lagi Tiyok perlu bawa barang bukti… :mrgreen:

  5. tiyokpras says:

    Dingin di Bandung Mbak, tapi udah mulai terbiasa 😀
    Aulanya ada Barat dan Timur, modelnya sama, nilai historisnya kental. Gedung lab jurusanku malah bikinan 1920. Antik bangeut.
    Soal jas, aku sendiri bingung mendefinisikan warnanya apa. Ijo bisa, biru bisa.
    Kalo di CorelDraw mungkin namanya sea green. Ijo tapi bernuansa biru. Jadi, gak salah kan 😀 Beda sama jas almamaterku yang benar-benar ijo, meski ijonya ijo luntur. Hehe…

    • onter says:

      Dingin? Emang ruang kuliahnya bertaburan es batu ya? :mrgreen:
      Aku malah gak pernah ngerasa kedinginan tuh, kalo lagi di Bandung… 😛
      Btw, kayake lebih afdol kalo posting ini dilengkapi foto2 terkini Institut Teduh Banget, sekaligus buat buktiin keantikan lab jurusanmu… 😀

  6. Dina says:

    Wow,, Tiyok.. Ambil S2 di Bandung? Welcome to Bandung yaah… butuh referensi jalan2 di Bandung? siap membantu… hehe.. 😀

  7. shapie_yupie says:

    akang. .
    teteh. .
    punten~

    aing teh mo tanya. .
    leh taq ??

    apa biaya.a masuk tiap tahun di setiap jurusan berubah dlm kurun wktu 5thn terakhir ??

    biasa.a klo mo ambil S1 teknik disana, harus ujian ulang lg ya sprti mau masuk kul dlu. .pdhl sblm.a prnh mengenyam pndidikan D3 ??
    [contoh : tek.Arsitektur, tek.perminyakan, tek.Astronomi, tek.DKV.. tlong kasih rincian !]

    aq niat mo lanjutin S1 disitu. .
    tp masih ragu. .
    krn kurang.a info langsung. .
    mklm lahh. .
    agak jauh bandung dari tmpt tinggal saya. .
    jdi biar lebih cpt n lengkap. .
    tnya disini dlu. . 😛

    apa kbr.a bnr, alamamater itb itw mo diganti warna.a. saya dnger kbr burung ini dari tmn saya. .

    mksh ya !?
    ^_^

    • @Shapie-yupie yang manis… (hueek…)
      Saia pribadi kurang tahu mengenai biaya kuliah. Biaya masuk sepertinya makin mahal, tapi biaya kuliah berkisar hingga 3 jutaan.
      Bila sudah mengenyam D3 dahulu, untuk meraih ekstensi maksudmu? Setahu saya ITB tidak memiliki program seperti itu. Untuk program S1 hanya menerima lulusan SMA.
      Begituh…

      CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s