Insight, Selingan

Langit…

Pelangi. Ia muncul sesaat setelah hujan, menawarkan keindahan setelah kepedihan.
Warna busur raksasa yang terpampang di langit, itukah yang kuinginkan?
Ia muncul setelah hujan, tetapi sirna setelah langit beranjak cerah.

Matahari. Ia menyinari langit, menghangatkan. Benda langit yang menakjubkan.
Ia menawarkan kehidupan, tetapi tenggelam di kala senja.

Aku tidak ingin pelangi. Aku pun tak mengharap matahari. Mereka akan selalu ada.
Ada, tapi takkan selamanya ada.

Langit. Ia begitu sederhana. Ia luas, dan ia menampung segala yang bisa kita
lihat di atas sana. Ia tetap di sana, dan akan selalu ada di sana.

Bukan pelangi, yang muncul sesaat setelah hujan, tapi kemudian sirna…
Bukan pula matahari, yang menerangi dunia, tapi tenggelam di kala senja…
Tetapi langit, yang senantiasa setia memeluk sang bumi…

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Langit…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s