Insight

Don’t Stop Me Now!

Hari-hari di studioku, ditemani lagu lama “Don’t Stop Me Now” dari Queen… Sembari menerawang pucuk pohon yang nampak dari balik jendela, dilatari sawah dan langit yang saling memeluk. Aku baru memulai perjuanganku… Apa artinya menjadi arsitek? Apa artinya menjadi mahasiswa? Apa aku setelah ini hanya menjadi tukang? Atau menjadi seseorang yang diunggulkan karena pemikirannya? Semua pertanyaan itu masih menggelayut di benakku. Akankah aku menjadi lebih berarti? Semua dimulai dari sini, ruangan ini. Di studio tempatku ini aku masih bisa memandang suasana Jogja yang alami. Aku akan menentukan ke mana aku melangkah, menuju tempatku yang dijanjikanNya. Kelak, aku menjemput nasib… Just, don’t stop me now!

Standard
Insight

Studio TA

Hari kedua di studio TA, cukup menyenangkan…

Saat pertama kali resmi masuk studio, rasanya gugup sekali. Ini penantianku selama empat tahun! Sejak semester satu aku sering mengintip ke sana, membayangkan seperti apa rasanya di dalam. Ini puncak dari studiku! Dua bulan berada di “sangkar emas”, masuk jam 7 pagi dan pulang jam 4 sore.
Yah… Menyenangkan 🙂 Bagiku itu menyenangkan… Bagian dari langkah awalku menggapai mimpi…

Standard
Insight, Selingan

Langit…

Pelangi. Ia muncul sesaat setelah hujan, menawarkan keindahan setelah kepedihan.
Warna busur raksasa yang terpampang di langit, itukah yang kuinginkan?
Ia muncul setelah hujan, tetapi sirna setelah langit beranjak cerah.

Matahari. Ia menyinari langit, menghangatkan. Benda langit yang menakjubkan.
Ia menawarkan kehidupan, tetapi tenggelam di kala senja.

Aku tidak ingin pelangi. Aku pun tak mengharap matahari. Mereka akan selalu ada.
Ada, tapi takkan selamanya ada.

Langit. Ia begitu sederhana. Ia luas, dan ia menampung segala yang bisa kita
lihat di atas sana. Ia tetap di sana, dan akan selalu ada di sana.

Bukan pelangi, yang muncul sesaat setelah hujan, tapi kemudian sirna…
Bukan pula matahari, yang menerangi dunia, tapi tenggelam di kala senja…
Tetapi langit, yang senantiasa setia memeluk sang bumi…

Standard