Indonesiana

KKN #1: Road to Sawangan

Kami berdelapan terlelap dalam dinginnya udara pegunungan. Keadaan tempat kami akan tinggal selama dua bulan ke depan sungguh berbeda 180 derajat dari kota tempat kami biasa hidup. Tapi karena kelelahan yang amat sangat, kami tidak peduli…

Berikut cuplikan-cuplikan kisah-kisahku selama KKN…

Petungkriyono, begitulah penduduk sini menyebut nama daerahnya. Kecamatan yang kaya dengan hasil bumi, dipenuhi sawah-sawah dan hutan yang mampu menghidupi penduduknya. Sawah-sawah dan desa-desa berada di lembah di antara perbukitan, seperti mitos Shangri-La saja…

Sawangan adalah salah satu dusun yang terdapat di sana. Apa artinya hidup di desa terpencil? Jalan dan akses ke sana sulit bukan main, tidak ada jaringan PLN, sinyal seluler kadang ada kadang sirna. Perilaku penduduk yang tidak biasa kita temui, pola hidup yang sama sekali lain, apakah itu mengejutkan? Bagi kami yang antusias menjalani program ini sih, nikmati saja ^_^

Jalan ancur!

Jalan menuju Sawangan tidak bisa dikatakan mudah. Kalau memang tidak niat ke sana, atau bukan penduduk lokal kemungkinan besar patah arang. Lha wong melihat jalan yang akan dilalui saja sudah stress! Cuma ada dua mobil yang berani ke sana. Mobil dosenku dan satu warga desa tetangga yang memang nekat, kebetulan dia sopir angkutan pick up. Naik motor? Boleh-boleh saja asa punya nyali. Kami anak KKN melibas trek maut Sawangan-Karanggondang bermodal motor bebek. Di minggu-minggu awal mengendarai motor di sana bisa membuat frustasi. Tapi kelamaan kami pun terbiasa, menjadi crosser. Hehehe… Menyenangkan dan penuh tantangan memang, tapi kasihan motor-motor yang kami bawa. Shogun hitamku jatuh beberapa kali, banyak bagian yang terdisposisi, banyak pula lecet dan bagian yang bengkok. Bweehhh…

Resiko perjalanan belum dihitung. Jalannyamemang ancur, itu satu hal. Tapi, adanya jurang menganga di salah satu sisi jalan, itu hal lain. Lokasi yang cocok untuk syuting Indiana Jones. Aku sendiri nggak yakin orangtuaku akan merestuiku KKN di sini kalau mereka melihat kenyataan seperti ini 😀

Semua itu terbayar dengan pemandangan menakjubkan. Percaya nggak percaya, serasa di lokasi syuting The Lord of The Rings, dengan nuansa Jawa tentunya, dan tidak ada Orcs di sini.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s