Insight

Bonus KKN

Kabar yang menghentakkan itu datang padaku di hari pertama tiba di lokasi KKN. Di saat yang tepat, ketika matahari beranjak ke peraduannya. Sempurna sekali momennya.

Tiga Juli, aku tiba di lokasi KKN-ku (singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, sebuah bagian integral dari proses akademik yang wajib diikuti, dilakoni oleh beberapa kampus termasuk kampusku; bayangkan bakti sosial selama dua bulan, itulah KKN), tempat di mana aku akan berada selama dua bulan ke depan. Lokasi KKN-ku bisa dibilang sangat terpencil, konon paling terpencil se-Jawa Tengah. Mau tahu di mana tepatnya? Dusun Sawangan, Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Propinsinya kan sudah tahu, jadi tidak perlu diberitahu lagi :-p

Bayangkan, sebuah kawasan perbukitan yang dihiasi hutan pinus, dengan pemukiman penduduk dan sawah-sawah di lereng-lereng bukitnya, udara dingin menusuk tulang, dan pemandangan indah. Bisa dibayangkan? Coba yang satu ini: tanpa PLN (hanya menggunakan pembangkit listrik dari kincir air yang dayanya sangat terbatas, sehingga mengecas ponsel pun harus gentian), jalan berbatu yang sempit, rusak, yang pinggirnya jurang. Ini mau KKN atau naik gunung?

Sawangan, tempat tinggal kami untuk dua bulan ke depan, adalah dusun yang paling terpencil diantara empat dusun dalam tim KKN kami. Gambarannya ya itu tadi: susah listrik dan jalan buruk. Dijamin Cuma sedikit motor yang nekad masuk ke dusun ini, apalagi mobil. Sementara bisa lega, membayangkan tidak bakal kena inspeksi dari LPPM 😀 “Penghuni” dusun ini cuma berdelapan: aku, Pandu, Heru, Arnold, Oong, Brewok, Eteng, dan Titut. Delapan orang hebat yang mencoba bertahan hidup di desa. Yup, dua bulan ini segala kebiasaan dan nafsu a la orang kota mesti direm, demi mendapat ilmu dan simpati dari warga dusun ini.

Program utama sub unitku (satu unit tim KKN biasanya beroperasi dalam lingkup kecamatan atau kelurahan, dibagi dalam beberapa sub unit yang beroperasi dalam tingkat dusun) adalah meng-upgrade jembatan milik warga yang menjadi satu-satunya akses kendaraan bermotor dari luar. Jembatannya memang sudah ada, tapi masih berupa jembatan dengan rangka kayu. Jembatan yang akan kami buat jauh lebih keren, menggunakan rangka baja yang dijamin tidak bakal lapuk. Kami optimis dengan karya ini, sekalian menyumbang secuplik pembangunan untuk dusun ini. Program ini mendapat antusiasme yang sangat besar dari warga (ya iyalah, dapat jembatan siapa yang tidak senang?). Program ini pula yang membuat sub unit kami terpandang dibanding sub unit lain yang skala proyeknya lebih kecil 😀

Melaksanakan program adalah satu hal, tapi bertahan hidup di sini adalah hal yang lain. Untuk bertahan, kita harus mampu beradaptasi dan mempelajari lingkungan di sini. Singkat kata kami telah mampu hidup seperti warga di sini 😀 Mandi di kali, bermain dengan anak-anak, mendaki, minum kopi dengan gula aren, banyak hal-hal eksotis yang belum pernah kualami sebelumnya. Menyaksikan dan melakoni hal-hal baru itu adalah sebuah kesenangan tersendiri, ditambah suasana pedesaan yang benar-benar ndeso dan terpencil, memperkaya pengalaman batin kami. Agak gimana gitu melihat keceriaan anak-anak desa yang lugu tanpa dibuat-buat, yang cepat gembira dengan hal-hal yang sederhana. Hal-hal kecil yang justru tidak kita temukan di kota. Apakah selama ini orang-orang kota hidup hanya sekedar basa-basi?

Banyak hal baru. Menyenangkan sekali. Belum lama memang, tapi kurasa aku betah di sini.

Di saat aku dihadapkan pada hal-hal baru itu, di saat aku belum pulih dari ketakjuban dan keterkejutanku akan kehidupan di dusun ini, saat itulah kabar darimu datang.

Seminggu sudah aku di sini, dan ternyata aku mampu melupakanmu, melupakan semua kenangan selama dua tahun ini… Semoga engkau bahagia dengan pilihanmu. Aku sudah mengikhlaskanmu, dan aku takkan menoleh lagi.

Aku tahu, ketika aku sudah berani untuk melepasmu, tak ada lagi yang kutakuti.

Advertisements
Standard

6 thoughts on “Bonus KKN

  1. du says:

    hidup akan terasa sangat berarti saat tiada ketakutan untuk kehilangan apapun, dan berserah diri kepada-Nya.

    hanya berusaha untuk sok tahu.he. hidup itu bisa menjadi buih di laut yang tak terpisah dari kapal sang nelayan. menjadi indah dibandingkan percikan cahaya menyebar menusuk iga…
    masih banayk yang harus dikejar dan kadang, beberapa hal hanya perlu dilalui dan dirasakan.mmm…

    ganbatte!

  2. widya says:

    kedewasaan menghampiri lewat kejutan dalam hidup kita. jika kau berpikir itu adalah bonus, berpikirlah begitu. toh akhirnya smua kembali berjalan dg baik. kau takkan pernah tau apa yang aku pikirkan, ku yakin takkan pernah kau mengutuk pilihanku jika kau tau apa alasanku.

  3. tiyokpras says:

    all::
    Trims udah mendukungku ^_^
    KKN memang menyenangkan, kayaknya tiap mahasiswa memang wajib ikut. Aku dapat pencerahan di sana (setidaknya mendekati lah…).

    widya::
    Lho, siapa mengutuk siapa? Aku tak mengutuk siapapun dan tak menyesali apa pun. Aku bersyukur bisa mengalami semua. Semoga berbahagia ^_^ Best wishes.

  4. decy says:

    yup…yup…yup…. decy setuju bgt sama kata2 kakak yang “ketika aku berani melepaskanmu, tak ada lagi yang ku takuti.”

    decy juga merasakan hal yang sama kyk kakak… saat decy berani berkata tidak, disaat itulah ga’ da yang decy harus takuti… n sekarang semau na berakhir dengan senyuman walaupun hati masih berkata lai.

    kakak dengan kkn bisa melupakan dya yang sudah mengisi hari2 kakak selama 2 tahun… sama dengan decy selama pkl juga bisa melupakan dya yang mengisi hari2 decy selama 2 tahun.( waduh mau comment kok kyk gitu za )>_<

    maaf ya kak… jadi keblabasen deh…. heheheh

  5. tiyokpras says:

    @Decy:
    Tidak apa-apa, semoga cerita-cerita ini berguna 😀 Ada ironi ketika kita membuktikan cinta kita justru dengan melepasnya, mengikhlaskannya. Rasanya memang berat, tapi aku menjalaninya dengan tabah. Jangan diam saja, lakukan hal-hal baik (seperti KKN misalnya :-D). Pada akhirnya aku bisa tersenyum. Mau tahu rahasianya? Jangan gantungkan kebahagiaanmu pada orang lain, maka Decy bisa tersenyum dan berbahagia kapan pun Decy inginkan.
    Keep spirit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s