Insight

Antara Sesal dan Syukur

Kenapa aku ikut pramuka? Kenapa aku aktif di racana, sampai-sampai “nyaris” mengorbankan kuliah (padahal sih enggak)?
Kenapa?

Advertisements
Standard

9 thoughts on “Antara Sesal dan Syukur

  1. Well, sebagai orang yang juga pernah duduk di jabatan yang sama, aku juga akan berpikir jawabannya. Menyesalkah aku menunda kelulusanku?
    Pffuhhh,, many things happened.. Banyak pilihan, dan telah kupilih jalan itu. That is faith that I believe in. Bagiku, semua ada saatnya. Ada saatnya di sana, ada saatnya di sini. I keep moving on, dan sekarang..
    Time to fly!

  2. mengorbankan kuliah kuwi lak alasan tho yok wakakakak
    sing jelas apapun itu wis mesti enjoe wae, tak ada yang perlu dikorbankan.. tak ada pengorbanan yang tak perlu

  3. keep fight, yok!!
    bener bgt! g ada pengorbanan yang g berarti. semua pasti akan ada hasilnya. pasti akan ada manfaatnya
    semua akan indah pada saatnya..

    berfikirlah apa2 yang kamu syukuri
    abaikan apa2 yang kamu takutkan

    be maksimal! kerjakan amanah yang diberikan dengan baik. jangan setengah2.

    tapi, emang masa2 terakhir studi di jurusan kita butuh konsentrasi maksimal seeh.. tapi harus tetep semangat ya yok!! laa tahzan!!

    keep smile

  4. ada yang kita dapat dan ada pula yang tidak kita dapatkan itulah hidup semua tentang memilih dan dipilih, bersyukurlah kita karena terpilih untuk menentukan jalan kita sendiri, sesungguhnya ngga ada yang tersia-sia dihidup ini kecuali orang yang tidak pernah belajar dari pengalaman, orang yang tidak pernah belajar bersyukur, tidak pernah memahami bahwa semua yang kita jalani ini adalah rahasia sang pembuat kehidupan, dan sangat sia-sia apabila apa yang kita raih apa yang kita punya tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya, aku pernah gagal dan semua orang pernah gagal tapi justru itulah yang membuat kita semakin kuat dan tau akan arti kehidupan.

    Keep do the best
    The force be with u

  5. tiyokpras says:

    @semua
    Yah, pilihan kita membawa ke jalan hidup ini. Tenang aja, takkan ada yang sia-sia, asal kita bisa jalani dengan bahagia dan belajar dari semuanya. Hehehe…

    @masliliks
    Ah, ya po? Mas kan dapat “sesuatu” dari racana. Huuh :p

  6. galih setyo p says:

    we..he..he..
    sama2 yok…aku juga kecanduan tingkat akut dg Aktivitas “Tunas Kelapa”…Hampir semua kudapat disini..hanya memang ada sisi buruk juga..Arogansi yang akhirnya membuat kita jadi berudu besar yang tak segera bermetamorfosis mrnjadi katak..
    sekarang baru aku sadar..kemana saja aku 4 tahun kemarin…??
    Yaa..akhirnya segera bangkit saja..dan tetap yakin bahwa ada rahasia Allah yang lebih besar…
    Yang saat ini bisa menghibur hanya fakta bahwa ada teman2 yang lulus dulu tapi belum kerja atau ketika bertemu adik2 binaan dan dengan riangnya mereka memanggil ” Pak Cii..iikk..!!!”

  7. tiyokpras says:

    @ galih
    Iya he mas… Padahal mestinya sebagai “aktivis” kita menerapkan perilaku baik dari berjibun pelajaran moral yang kita dapatkan. Aku juga kadang mikir begitu, ke mana aja empat tahun kemarin? Tapi alhamdulillah kehidupan kampusku dengan aktivitas “lain” di gelanggang lumayan seimbang. Yah, 40:60 lah. Hehehehe…

    Ayo, ndang lulus sampeyan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s