paddling to the stars!

Archive for October 2008

Lain Kali, Puasa Jangan Disubsidi yaa!

with one comment

Hakikat puasa itu apa sih? Dalam perspektif Islam sebagaimana yang diajarkan guru agama dan guru ngajiku sejak dulu, puasa adalah ibadah dengan bentuk laku menahan nafsu duniawi. Makan-minum, syahwat, rokok, berpikiran kotor, dan lain-lain dilarang keras kalau mau ibadah puasanya diterima. Sulitkah itu? Tentu saja sulit, karena yang diolah dalam hal ini bukan sekedar fisik kita, tetapi jiwa. Puasa bukan sekedar menikmati lapar, tetapi menikmati keheningan jiwa yang (mencoba) membebaskan diri dari nafsu.

Kenapa pula puasa di bulan Ramadhan begitu spesial? Di bulan ini kita dapat bonus besar dari Sang Pencipta, makanya seluruh umat Islam bersuka cita. Pun di sini kita menikmati asiknya berpuasa rame-rame. InsyaAllah teman-teman di kiri-kanan semuanya puasa.

Terus, tantangannya apa?

Guruku pernah bilang, “Kalau mau puasa yang beneran, jangan minta disubsidi!”

Kalau lagi puasa (puasa Ramadhan-red), jalanilah! Puasamu adalah antara dirimu dengan Allah. Dia-lah yang menilai puasamu. Lantas, apa pula korelasinya dengan warung-warung yang tutup saat bulan puasa? Sama pula konyolnya dengan ramai-ramai menggrebek warung atau kafe yang buka saat Ramadhan. KORELASINYA APA?!

Sama saja kita bilang, “Heh, kami lagi puasa! Sebaiknya kalian juga ikut puasa!” Atau “Jangan makan dan minum di depan kami! Kami lagi puasa, tahu!” Salahkah orang yang makan atau minum di depan kita saat kita sedang berpuasa? Kita tidak hanya membicarakan teman-teman kita yang berbeda keyakinan, tapi mungkin saja orangtua kita, Mbak kita, yang sedang sakit atau berhalangan. Salahkah mereka tidak berpuasa? Salahkah bila mereka lantas jajan di warung? Bayangkan sulitnya mencari warung kalau semua kompak tutup dengan alasan ‘Bulan Puasa’?

Hentikan sikap kekanakan ini. Puasa adalah antara dirimu dengan Tuhanmu.

Kalau saat puasa semua kompak tutup, itu namanya puasa kita turut “disubsidi” dengan tutupnya tempat-tempat kita biasa melampiaskan nafsu seperti makan tentunya. Puasa jadi tidak menantang, dan akhirnya kita gagal membina diri kita.

Shame on you!

Written by tiyok

1 October,2008 at 10:01