Archive for September 2008
KKN #4: Hercules Lokal
Bicara kekuatan, kami yang anak kota jelas kalah dibanding penduduk desa yang maha perkasa itu…
Dilihat dari pola hidup dan pekerjaan sehari-hari yang jauh berbeda semakin menegaskan, di ranah kekuatan fisik, apalah kami ini…
Pertamah: kaki-kaki mereka terlatih berjalan jauh di medan jalan yang naudzubillah. Jalan menanjak atau menurun sekian kilometer apalah artinya. Itu pun dibarengi membawa beban yang juga berat. Rasanya status sebagai seorang pendaki gunung amatiran tidaklah bisa dipamerkan di sini
Keduah: kebiasaan membawa barang-barang berat! Mulai dari rumput gajah buat pakan ternak yang beratnya hampir seberat bleduk (anak gajah-red) sampai kayu bakar yang beratnya sekuintal agak melebih-lebihkan sih. Prestasi terbaru mereka, mengangkut baja profil untuk jembatan yang berat tiap batangnya 220 Kg, diangkut manual! Manual di sini berarti dipikul rame-rame, menuju dusun mereka yang jarak tempuhnya bagi orang awam seperti kami sekitar satu jam jalan kaki. Bayangkan itu!
Ketigah: rasanya dua saja sudah cukup…
Laskar Pelangi (lagu)
Original soundtrack film “Laskar Pelangi”, oleh Nidji. Belum berkesempatan nonton filmnya sih (T_T) tapi mendengar lagu ini rasanya sudah sedikit memenuhi kerinduanku. Teringat kesan-kesan penuh haru saat aku membaca bukunya. Well, perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Laskar Pelangi
mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya
laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa
menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia
selamanya…
cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita
laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi
menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia
selamanya…
*sembari menanti kesempatan untuk nonton filmnya*
Give Ireland Back To The Irish
Don”t Make Them Have To Take It Away
Give Ireland Back To The Irish
Make Ireland Irish Today
Great Britian You Are Tremendous
And Nobody Knows Like Me
But Really What Are You Doin”
In The Land Across The Sea
Tell Me How Would You Like It
If On Your Way To Work
You Were Stopped By Irish Soliders
Would You Lie Down Do Nothing
Would You Give In, or Go Berserk
Give Ireland Back To The Irish
Don”t Make Them Have To Take It Away
Give Ireland Back To The Irish
Make Ireland Irish Today
Great Britian And All The People
Say That All People Must Be Free
Meanwhile Back In Ireland
There’’s A Man Who Looks Like Me
And He Dreams Of God And Country
And He’’s Feeling Really Bad
And He’’s Sitting In A Prison
Should He Lie Down Do Nothing
Should Give In Or Go Mad
Give Ireland Back To The Irish
Don”t Make Them Have To Take It Away
Give Ireland Back To The Irish
Make Ireland Irish Today
Give Ireland Back To The Irish
Don”t Make Them Have To Take It Away
Give Ireland Back To The Irish
Make Ireland Irish Today
Lirik dari salah satu lagunya Paul McCartney, mantan pentolan The Beatles. Give Ireland Back to The Irish? Pernyataan yang menyiratkan kepedulian bagi tiap bangsa untuk merdeka di tanahnya sendiri. Siapa sangka yang buat orang Inggris tulen, yang menjajah Irlandia sejak abad pertengahan… Kemerdekaan adalah hak semua bangsa!
Give Indonesia back to Indonesians!






