paddling to the stars!

Archive for September 2007

Masih Saja Terjadi

with one comment

 

Kuingat-ingat lagi, hal apa yang pertama kali menjerumuskanku ke dunia blog? Blog pertama yang kulihat adalah blog milik Pakde Geolog. Saat itu bila mencari sumber informasi mengenai sains yang unik, biasanya aku bertandang ke sana. Lama kemudian, saat aku meminta bantuan Mbah Gugel dengan keyword “salafi” (yah, dulu sempat tertarik mengetahui lebih lanjut) dan tebak apa, di page pertama hasil pencarian terpampanglah tulisan milik almarhum wadehel (sayang aku lupa apa judul dan topiknya waktu itu). Hmm… aku jadi tertarik dengan pembahasannya, menyoroti “kaum” itu dari sudut pandang berbeda yang belum pernah kuketahui. Anehnya, aku merasa klop dengan apa yang ia tulis.

Dan polemik yang sama masih terus berlangsung. Wadehel sudah tamat, dilanjutkan Omaigat dengan dukungan kawan-kawan (banyak pokoknya). Sebenarnya, apa sih yang diselisihkan? Semakin kuikuti, semakin menarik. Tampaknya telah “ditakdirkan” tidak ada titik temu antara dua kubu yang bertikai.

Wajarlah, namanya juga perang pemikiran, tapi lebih baik daripada gontok-gontokan. Tapi, aku kurang menyukai kata “perang”. Masa sama saudara sendiri mau perang? Apa yang kalian pertentangkan?

Sesama muslim bersaudara

Sesama blogger bersaudara

Lantas?

Written by tiyok

20 September,2007 at 21:08

Wahai Calon Penerus Kami…

with 5 comments

Tiga tahun lamanya aku berkecimpung di organisasi kampus yang memiliki nama panggilan “Pramuka UGM” dan nama lengkap Racana Gadjah Mada (untuk satuan putra) dan Racana Tribhuwanatunggadewi (satuan putri). Bah, singkatnya disebut racana aja ya? Tiga tahun tidak terasa. Keasyikan? Mungkin. Setidaknya serasa baru bulan lalu aku masuk pertama kali ke sanggar ini. Ah, masih banyak yang harus dipelajari…

Tiga tahun aku di sini ternyata banyak juga peristiwa terjadi. Dulu, selama dua tahun aku dan rekan-rekan seangkatan menjadi “adik” yang masih disayang. Kini, kami menjadi “kakak”, dan memang masanya kami menjadi pimpinan di organisasi ini. Kini aku merasakan bagaimana sulitnya mengorganisasikan sebuah lembaga, mengonsep kegiatan, membuat rencana kerja selama setahun, membina anggota, menerima kritik, aargh! Belum lagi target-target yang tertera dalam Garis Besar Haluan Kerja Racana baik jangka panjang maupun pendek yang semuanya minta untuk dicapai. Cape deh…

Bukan, bukan itu intinya. Cape itu wajar, tiap tujuan mesti membutuhkan usaha. Inti yang sebenarnya adalah AKU TERJEBAK DALAM SITUASI YANG SAMA dengan yang dihadapi pendahuluku dulu, menyangkut regenerasi. Eksistensi racana bergantung dari ada tidaknya anggota, dan pemimpinnya. Anggota insyaAllah cukup, hanya saja yang memenuhi persyaratan menjadi “bos” di sini sedikit.

Untuk yang belum memiliki bayangan akan sistem di racana, biar kuterangkan sedikit. Racana memiliki tahapan pembinaan yang berkesinambungan. Tingkatan di mana seseorang ditetapkan telah memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan yang cukup dalam golongan pandega, adalah pandega. Menjadi pandega di pramuka UGM mudah, asal niat itu ada. Yang mempersulit justru diri sendiri. Nah, berhubung 99% calon pandega mengalami sindrom ini, menjadi tugas para pendega memotivasi adik-adiknya selaku calon penerus. Dahulu, aku senantiasa membandel. Anggapanku, para pandega saat itu kolot dan egois (oknum tertentu), sehingga aku memimpikan merubah racana. Dengan status calon pandega, tak mungkin. Kini aku menjadi pandega, dan hal yang sama mengenai kelembaman prosesi calon pandega menjadi pandega masih saja terjadi.

Dua orang, yang kuharapkan dapat menjadi penerus kami yang kami banggakan, yaitu Febrian Setya Perdana dan Afzal Moezakkiy Bahrun. Keduanya angkatan 2005, setahun di bawahku. Febrian sudah dalam tahap siap. Afzal “agak” siap. Keduanya menurutku telah matang, hanya perlu didorong lagi.

Menariknya, karakter dua orang ini berbeda. Febrian adalah tipe orang yang sangat terbuka dan pandai mengatur emosi. Saat patah hati pun ia tersenyum, menyembunyikan kegalauannya dengan membuat ceria teman-teman di sanggar. Keberaniannya dalam bertindak melebihi teman-teman seangkatannya. Ibarat di lapangan bola, dialah sang striker. Keberaniannya telah dibuktikan dengan menjadi MC saat acara pesta HUT pramuka UGM. Apa yang dia lakukan? Melawak! Sudah lama figur seperti itu absen di racana…

Peppy

Lain pula dengan Afzal. Sosoknya yang pendiam selalu diliputi aura misteri. Dia bisa sangat kocak (saat itu terjadi, Febrian pun kalah), dan bisa juga sangat garing. Kemampuannya dalam memimpin masih kalah dibanding Febrian, tapi kelebihannya dibanding yang lain… (aduh, apa ya?) adalah kemauannya yang keras dalam belajar. Sayangnya, itu mesti ditopang mood yang baik. Bila tidak, kelembamannya akan membuat jengkel siapapun.

Afzal

Lantas, apa maksudku memaparkan mereka di sini? Apa pula untungnya? Tak ada. Lewat inilah aku ingin menunjukkan bahwa ini adalah tipikal masalah di tiap organisasi (setidaknya di pramuka). Mengenai kedua orang tadi, tak ada maksud menjelek-jelekkan atau memuji. Aku hanya ingin mengungkapkan betapa aku mengharapkan mereka. Ah, semestinya mereka sudah tahu itu

Written by tiyok

20 September,2007 at 20:50

Posted in Kabar Pramuka